[Update] LF Logistics? Perusahaan Apaan Tuh?

Barangkali itulah yang terbersit di kepala saya ketika melihat lowongan kerjanya terpampang di laman JobStreet. At first glance, hampir saja saya mau melewatinya begitu saja, tanpa ada niat untuk mencoba melihat lowongan apa yang sedang dibuka. Tapi siapa sangka kalau ternyata justru di sanalah saya berada sekarang.

[Updated] Sebelum lanjut, mau disclaimer dulu nih. Apa yang saya tulis ini pada awalnya merupakan first impression saya masuk LF Logistics sebagai Management Trainee. Artinya, tulisan ini hanya menceritakan waktu awal saya di LF Logistics ini. Dan berhubung ternyata tulisan ini banyak banget yang baca (saya nggak nyangka banget sih terus terang, makasih banyak yaa), saya memutuskan untuk memberikan update cerita soal pengalaman saya kerja di LF Logistics, khususnya sebagai Management Trainee.

Dari namanya saja sudah kelihatan jelas kalau Li & Fung (LF) Logistics adalah perusahaan yang bergerak di bidang logistik, tepatnya 3PL (3rd Party Logistics), menawarkan jasa pergudangan dan transportasi untuk para perusahaan yang memang butuh jasa logistik untuk mendistribusikan dan menyimpan barang-barang hasil produksinya.

Tentu di kuliah saya belajar soal logistik, walau memang tidak terlalu mendalam. Dan dari situ saya tahu, bahwa sepertinya saya nggak cocok-cocok amat kalau kerja di dunia logistik. Tapi kembali lagi ketika melihat lowongan kerja di posisi Management Traineenya (MT) terpampang nyata di JobStreet, saya yang saat itu sedang bener-bener desperate untuk segera dapat kerja akhirnya memutuskan untuk melamar.

Dan setelah melalui proses rekrutmen yang terbilang cukup singkat (meskipun jarak antara saya apply dengan dapat email panggilan pertama bahwa saya lolos seleksi administrasinya memang lama, sekitar 2-3 bulan, sampai saya sempat lupa kalau pernah apply hahaha) dimulai dari english speaking test, psikotes online, dan terakhir interview dengan VP LF Logistics Indonesianya yang ternyata native, alhamdulillah diterimalah saya di LF Logistics. Untuk tahun 2018, yang masuk sebagai MT hanya 2 orang.

Setelah induction, kami dipersiapkan untuk mengikuti MT Orientation Program di Shanghai, tentunya bersama MT LF Logistics negara lain. Iya, di Shanghai! Sebagai anak baru banget masuk, rasanya saya sangat senang bisa dapat kesempatan itu.

Pulang dari kegiatan orientasi, kami berdua ditempatkan di departemen yang berbeda. Teman saya di business development, saya di transport. Teman saya begitu masuk langsung sibuk dapat proyek, sementara saya fokus untuk development sistem informasi transportnya. Seru deh pokoknya…

Kerjaan saya ngapain? Waktu awal-awal tentu saya belajar dulu dari manajer dan dari teman-teman tim transportnya sendiri soal kegiatan operasional yang mereka lakukan seperti apa. Setelahnya, saya langsung diikutkan ke proyek-proyek tim transport. Saya juga diminta untuk terlibat dalam monthly report ke LF Logistics regional, jadi secara nggak langsung saya jadi sering berkomunikasi dengan teman-teman regional yang ada di Hongkong, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Jadi lumayan kan, itung-itung bisa sambil belajar bahasa Inggris juga hehe…

img-20181024-wa0006

Meskipun dunia logistik itu ‘berat’ dan tensi kerjanya juga cukup tinggi, saya sejauh ini nggak pernah merasa stress. Rekan-rekan kerja saya orangnya asik-asik semua. Diajak diskusi serius soal kerjaan ayo, tapi diajak ngobrol santai juga sikat. Terus tiap saya nanya juga meskipun pertanyaan saya remeh, pasti bakal dijawab. Kalau emang nggak bisa dijawab, pasti mereka bakal berusaha mencarikan jawabannya.

img-20181228-wa0011

Kita juga difasilitasi dengan beragam training yang tentunya bermanfaat buat kerjaan, mulai dari hal-hal dasar tentang logistiknya sendiri, sampai training soal cara membangun komunikasi yang baik antar tim. Tak jarang juga trainingnya mengundang teman-teman LF Logistics dari negara lain lo…

Tiap tahun juga di LF Logistics ada outing, semacam kegiatan gathering untuk seluruh karyawan. Seru pokonya, saat outing kami bener-bener berusaha nggak menyentuh kerjaan, have fun aja pokonya. Main outbound lah, makan-makan lah, nyanyi-nyanyi lah, intinya happy-happy hehe

Ya mudah-mudahan saya bisa betah terus deh di LF Logistics hehe aamiin


[Updated] Terus? Apakah saya beneran betah di LF Logistics ini? Di bawah ini adalah cerita updateannya yaa.. mudah-mudahan ngga bosen bacanya hehehe

Saya udah cerita kan rotasi pertama MT saya ke transport? Nah rotasi kedua ini saya ke warehouse, handle proyeknya Zara.com. Bayangin saya yang masih anak bawang ini tiba-tiba disuruh handle implementasi proyek ecom yang itu adalah pertama kalinya dipegang sama LF Indonesia. Yaa walaupun saya didampingi supervisor yang akan jadi partner saya, tapi ya tetep aja rasanya gimana gitu.

Berhubung proyek ini baru banget jadi orang-orang dari Zara nya sendiri yang dari Spanyol, India, sama Hongkong dateng semua buat memantau baik itu dari sisi fasilitas gudangnya, sistem IT, sampai dari sisi operasionalnya. Tim LF Thailand juga ada yang datang untuk bantu karena kebetulan di Thailand sendiri, LF sudah lebih berpengalaman pegang proyek Zara ini. Saya bersyukur banget sih bisa dapet kesempatan untuk belajar langsung sama mereka mereka ini.

Tapiii memang rotasi kedua ini cukup banyak menguras energi saya baik dari sisi fisik maupun mental saya. Ini pertama kali saya kerja pakai sistem shift, kadang masuk pagi, siang, malam, bahkan long shift (rekor terlama saya adalah masuk jam 7 pagi, pulang jam 3 subuh, masuk lagi jam 7 pagi). Belum lagi ada drama seperti jumlah barang yang datang 2 kali lipat lebih banyak dari perkiraan sampai warehousenya hampir tidak muat. Dan juga 4 dari 7 orang tim saya termasuk partner saya resign di waktu yang hampir bersamaan. Gimana saya nggak pusing….

Jujur dengan jadwal kerja yang sangat ekstrem mulai dari jam kerja dan Sabtu pun saya masih masuk jadi cuma istirahat hari Minggu ditambah dengan banyaknya drama, saya sempat hampir menyerah. ‘Jadi anak MT kenapa begini amat yaa’.’ Tapi untungnya banyak teman yang menguatkan saya sehingga akhirnya saya bisa bertahan sampai saatnya rotasi ketiga.

Harusnya saya rotasi ketiga ke Business Development, tetapi akhirnya saya ditarik kembali ke transport oleh manajer saya, Ya sebenernya saya bisa bilang untuk tetap mengikuti jadwal saya ke Business Development  cuma waktu itu mungkin saya udah terlalu ‘capek’ kali ya jadi waktu ditawarin saya nggak mikir dua kali langsung mengiyakan saja hehe.

Di transport, saya ternyata masih harus memulai lagi dari awal. Ya berhubung di rotasi kedua saya menghabiskan waktu 7 bulan, jadilah saya mau tak mau harus membiasakan lagi soal kerjaan saya, belum lagi tim saya baru, teman-teman di tim transport juga banyak orang baru. Manajer transport saya juga tidak memberikan arahan spesifik saya harus apa pun juga tidak memperkenalkan kembali saya ke tim khususnya ke teman-teman yang baru bergabung. Untungnya saya orangnya sksd jadi saya yaa mengakrabkan diri saja ke tim dan teman-teman ini hehehehe.

Jadi yaa begitulah kehidupan per MTan saya selama 1,5 tahun. Tiga rotasi ke dua departemen dengan segala lika-likunya hehee. Oiya mendekati graduation, HR sempat meminta saya untuk menyebutkan tiga posisi yang saya inginkan untuk saya tempati setelah graduation. Berhubung saya rotasinya cuma ke transport dan warehouse yaa jadi pilihan saya memang hanya sebatas dua departemen itu. Sayangnya HR tidak memberikan sesi evaluasi mengenai perform saya selama MT baik itu dari sisi kerjaan maupun dari sisi soft skill saya seperti leadership, teamwork, dan lainnya. Justru HR regional yang banyak tanya-tanya saya soal kehidupan MT saya bagaimana terus saya rencananya setelah graduation mau kemana.

Anyway saya memutuskan untuk stay di transport melihat dari sisi kerjaan dan jam kerja yang nyaman untuk saya, belum lagi tim dan teman-teman di kantor (sekarang sudah banyak anak mudanya) yang membuat saya semakin betah.


[Update] Oke ada cerita lanjutan nih, soal program training di kantor pusat (HQ) LF di Hong Kong, spesial untuk alumni MT! Penasaran?

Kebetulan sekitar bulan September 2020 lalu, ada tawaran program training selama 6 bulan di HQ LF yang ada di Hong Kong khusus untuk alumni MT! Menarik ya?

Tapi, tentu tidak semudah itu. Ada rangkaian tes yang harus dijalani sebelum akhirnya bisa ikut programnya. Tesnya sendiri terdiri dari 3 tahap : Seleksi administrasi, Tes tertulis, dan Interview. Dan yang bikin sulit lagi, posisi ini hanya terbuka untuk satu orang saja! Kebayang sulitnya kaya apa kan harus bersaing dengan entah sekian pelamar.

Untuk seleksi administrasi kita diminta mengumpulkan CV terbaru, tentunya HR mau liat ya kita cocok ga sih dengan persyaratan program trainingnya? Karena waktu itu yang dibuka adalah program training Warehouse Solution Design jadi persyaratannya jelas harus paham soal operasional gudang serta poin plus jika memang sudah pernah rolling atau pernah menjalani posisi tersebut saat menjadi MT.

Awalnya saya pribadi nggak mau coba apply karena dari persyaratan rasanya saya nggak cukup layak, tapi karena banyak yang mendukung saya buat coba akhirnya saya coba dan alhamdulillah lolos seleksi administrasi.

Lanjut tahap dua, tes tertulis. Ini menurut saya yang paling sulit, kita diberikan soal dan diberi waktu satu minggu untuk menjawabnya. Soalnya tentu saja studi kasus untuk merancang gudang.

Dan ternyata saya alhamdulillah lolos juga tes ini meskipun saya nggak yakin karena walau saya paham soal operasional gudang, tapi saya belum pernah belajar cara mendesain gudang yang baik dan benar seperti apa. Selama tes tulis saya banyak dibantu dengan yang banyak berpengalaman di ranah Warehouse Solution Design aka (ehem) pacar saya hehehe. 

Tes terakhir adalah interview dengan user dan ternyata interviewnya berjalan sangat santai. Saya hanya diminta memperkenalkan diri dan menceritakan pengalaman saya selama MT. Kami juga malah banyak ngobrol soal project apa saja yang sedang dikerjakan tim regional saat ini.

Dan tak lama kemudian saya dapat pengumuman dari HR kalau saya lolos seleksi programnya, alhamdulillah. Alhamdulillahnya lagi selama di Hong Kong, saya diberi uang saku bulanan dan sangat dibantu saat proses pengurusan visa dan lain sebagainya. 

Di Hong Kongnya sendiri alhamdulillah saya selalu dibimbing oleh tim saya, terutama oleh mentor. Saya dari awal selalu bilang, saya belum ada basic apapun soal Warehouse Solution Design dan tim saya benar-benar membantu saya belajar dari nol. Memang proses belajarnya sendiri bukan tipikal seperti sekolah ya yang diberi materi terus diulang, dikasih ujian, dan segala macam, tapi langsung praktek mengerjakan project dan tak tanggung-tanggung, projectnya dari LF negara lain sepeti Australia, Jepang, Korea, dan India! Tentu awal-awal saya bingung, tapi karena terus dibimbing sambil latihan secara langsung mengerjakan project demi project lama-lama saya bisa. Bener-bener bersyukur pokonya bisa dapet kesempatan ini.


Okee mungkin sekian cerita dari saya (untuk saat ini, siapa tau nanti saya update lagi kan hehe).Barangkali mau baca atau kepoin soal cerita lain saya di LF gimana aja, bisa coba baca tulisan di bawah ini.

Terima kasih ya… feel free kalau misalnya ada yang mau ditanyakan ๐Ÿ™‚