A Business Trip to Shanghai – Day 3/3

Tibalah saya di hari terakhir GMT ini. Di saat saya dan teman-teman sudah mulai semakin akrab satu sama lain, eh taunya sudah waktunya kami harus berpisah kembali ke negara masing-masing…

Di hari terakhir ini (lagi-lagi) saya awali dengan sarapan waffle dengan syrup maple yang super maknyus sebelum checkout dan pergi bersama rombongan ke gudang Nike. Nike sendiri merupakan salah satu konsumen LF Logistics dan katanya gudang Nike yang di Shanghai ini merupakan salah satu gudang terbesar di dunia lo… keren banget ga tuh.

IMG-20180920-WA0004

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam lebih, akhirnya kami tiba di gudang Nike. Begitu masuk, kami langsung diberi ID card, vest visitor, serta handphone kami diberi stiker karena kami tidak diperbolehkan mengambil foto selama di sana. Beruntung sebelum distikerin, saya sempat foto tampak depan dan Office Storenya dulu hehehe.

Begitu masuk, kami langsung disambut oleh manajer gudang Nike yang memberikan pemaparan soal proses apa saja yang ada di gudang sana. Selanjutnya kami diajak keliling gudang untuk mengamati langsung kegiatan yang ada di sana. Besar banget pokonya gudangnya. Terus sebagian besar proses di sana juga udah otomatis pake robot.

Beres keliling-keliling, kami break makan siang dan belanja di Office Store, lumayan lo dikasih diskon 80% (tapi setelah didiskon dan dikursin ke rupiah tetep aja mahal, masih sekitaran 800 ribu – 1 juta gitu huhu). Saya sih ga beli apa-apa karena ga bawa duit banyak hehe, jadinya saya nunggu di luar sambil ngobrol sama teman-teman yang bernasib sama kaya saya hahaha.

Karena kami sudah checkout, jadi beres dari Nike kami pun langsung berpisah. Ada yang langsung pulang tapi ada juga yang extend mau jalan-jalan dulu di Shanghai ini, termasuk saya hehe. Saya minta tolong kakak alumni untuk memesankan taksi ke hotel extend yang sudah saya booking sebelumnya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam lebih karena macet akibat hujan, sampai jugalah di hotel yang namanya Hanting Express Pusan Road Branch. Proses check-innya sedikit lama karena resepsionisnya tidak bisa bahasa Inggris dan saya pun ga bisa bahasa Mandarin. Tapi untunglah kami berhasil check in dan langsung masuk kamar. Karena saya pesennya hotel budget (biar murah), kamarnya sempit sekali, tapi yang penting bersih dan nyaman buat istirahat ehe.

Setelah istirahat sejenak, saya dan teman sesama MT saya langsung bersiap untuk keliling Shanghai. Berbekal Google Maps, kami pun mulai menyusuri jalan menuju stasiun metro/subway yang cukup dekat dari hotel. Kami pun membeli tiket metro sesuai panduan Google Maps dan kemudian langsung menunggu kereta. Oiya untuk pembelian tiketnya sendiri pake mesin gitu, dan di sana ada opsi bahasa Inggris, jadi ga usah panik hehe.

Metro Shanghai sendiri mirip-mirip sama yang di Singapura sih. Kalau kata teman saya malah lebih mirip sama KRL Jabodetabek haha.

Slide5
Suasana metro Shanghai

Tak lama kemudian, setelah sampai di stasiun tujuan dan berjalan kaki beberapa ratus meter, akhirnya kami tiba di destinasi pertama, yaitu Yuyuan Garden. Tadinya, saya pikir Yuyuan Garden itu kaya taman bunga gitu, taunya dia isinya adalah toko oleh-oleh, food court, dan kuil.

Kami pun mampir ke toko oleh-oleh dan juga makan malam di food court. Entah kenapa saya kurang bisa menikmati makanan di sana karena rasa makanannya hambar, mungkin sayanya aja kali ya yang ga kebiasa makan makanan yang kurang bumbu hehe.

Lanjut lagi ke destinasi berikutnya, masih harus naik metro dan jalan kaki lagi cukup jauh, kami lanjut ke The Bund. The Bund ini sering banget muncul jadi wallpaper-wallpaper Shanghai karena memang menjadi salah satu landmark paling terkenal di Shanghai. Waktu saya ke sana aja banyaaaaakkk banget turis yang dateng ke sana demi bisa menikmati pemandangan The Bund. Yap, The Bund memang ‘cuma’ tempat wisata untuk foto-foto karena dia ‘hanya’ menawarkan pemandangan city light gedung-gedung di samping sungai besar yang seringkali dilewati kapal-kapal wisata. Adem banget pokonya pas di sana, rasanya ga mau pulang hehe.

IMG20180921214031
The Bund

Karena sudah cukup larut, kami memutuskan untuk pulang dan tak lupa melipir-melipir beli oleh-oleh murah di toko oleh-oleh di pinggir jalan sekaligus mengambil foto suasana jalanan di sana.

Slide6

Keesokan harinya, kami bergegas untuk pulang ke Indonesia. Tadinya mau ke bandara naik metro, tapi berhubung teman saya malas bawa-bawa barang naik metro, akhirnya kami memesan taksi dengan meminta bantuan resepsionis menggunakan Google Translate hehe. Dan akhirnya setelah perjalanan sekitar 8 jam yang kembali diwarnai drama hampir tertinggal pesawat Hongkong-Indonesia akibat pesawat Shanghai-Hongkong yang delay dan gatenya sangat jauh , kami pun tiba di Indonesia.

Rasanya masih nggak percaya bahwa saya bisa ke Shanghai terlebih bukan untuk sekedar jalan-jalan, tapi untuk acara kantor. Kapan lagi coba bisa dapet kesempatan kaya gitu? Alhamdulillah…